Kamis, 21 Maret 2013

Multimedia dan Pendidikan



Dalam kaitan pemanfaatannya untuk pendidikan, dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika digunakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio dan televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima, seperti saat ini, dengan dimanfaatkannya teknologi komunikasi dan informasi mutakhir, khususnya komputer dan internet untuk pendidikan. Revolusi ini memberi dampak terhadap beberapa kecenderungan pendidikan masa depan
Sistem pendidikan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) mungkin akan mencapai sasarannya dengan menggunakan teknologi ini. Para siswa dapat langsung melihat dan mendengar tentang hal-hal yang dipelajarinya. Sebagai contoh, seorang siswa membuka aplikasi multimedia sejarah. Dalam aplikasi tersebut siswa dapat memilih periode dan subjek yang akan dipelajari, kemudian dilayar tampilan akan hadir teks subjek disertai gambar, suara bahkan gambar hidup dari subjek yang dipelajari. Perhatian siswa akan lebih terpusat dan rasa ingin tahunya akan lebih terpancing untuk mempelajari hal-hal lain karena merasa tertarik akan media penyajiannya.
Tapi perlu di ingat bahwa multimedia merupakan salah satu alat batu dalam proses pemebelajaran di mana peran guru tidak bisa di gantikan oleh multi media. Peran guru tetap di butuhkan, namun fungsinya sebagai fasilitator dan motivator untuk siswa. Saat ini multimedia sudah semakin marak digunakan sebagai media bahan ajar yang mendukung guru dalam menyampaikan pesan kepada siswa. sebenarnya dalam pendidikan, multimedia sudah lama digunakan, sebelum adanya pengenalan komputer di sekolah. Pada masa itu kebanyakan multimedia yang digunakan adalah multimedia berupa pita kaset, televisi, proyektor slide, dan proyektor film. Namun, semakin lama komputer mengambil alih peranan yang dimainkan oleh alat-alat tersebut. Dengan segala kemudahan yang ada dalam fasilitas komputer, kini orang dapat membuat multimedia dengan menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dalam satu kemasan multimedia.

Sumber Referensi :

  1. Rusjdy S. Arifin. 2005. Jejak Langkah Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Pustekkom Diknas 
  2. Uwes Anis Khaeruman. 2005. Edukasi net di Indonesia. Jakarta: Pustekkom Diknas
  3.  Yusufhadi Miarso. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Pustekkom Diknas
  4. http://pasca.tp.ac.id/site/pemanfaatan-multi-media-untuk-meningkatkan-kualitas-pendidikan
  5.  Arief S Sadiman, dkk. 2002. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada  
  6.  Latuheru, John D.1988.Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini.Jakarta:Depdikbud &P2 LPTK
  7. Setyosari, Punaji, Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Malang : Elang Press 
  8.   http://www.m-edukasi.web.id/2012/04/multimedia-dalam-pendidikan.htmlhttp://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/PRODI._ILMU_KOMPUTER/196603252001121-MUNIR/Artikel_TIK/Aplikasi_Multimedia_Dalam_Pendidikan_2.pdf
  9.  http://ihashimi.aurasolution.com/aplikasi_multimedia_dalam_pendidikan.htm
  10.  http://bunyaniinggris.blogspot.com/2013/01/kompetensi-keahlian-multimedia.html

Pemanfaatan Multimedia



Multimedia dapat ditempatkan dimana saja selama masyarakat membutuhkan akses ke sumber informasi elektronik. Multimedia mengubah sajian tradisional komputer yang berupa teks, menjadi suatu media yang menarik perhatian dan keingintahuan. Penerimaan informasi menjadi semakin baik, dan jika disusun secara baik, multimedia juga bisa menjadi amat menghibur.
Multimedia juga menjembatani dan menjangkau masyarakat yang sedikit alergi terhadap bentuk penyampaian standard komputer kedalam bentuk yang lebih mudah dapat diterima dan mudah digunakan. Berikut adalah beberapa contoh pemanfaatan multimedia, yaitu :
 
Multimedia di Rumah Tangga 
Pada saat ini, konsumen dari produk multimedia sudah memiliki komputer yang sudah terpasang CD-ROM Player atau televisi yang dihubungkan dengan alat sejenis CD player, seperti Kodak Photo CD, Philips CD-I Player atau Panasonic 3DD Player. Banyak dari produk mereka menggunakan teknologi CD yang mengizinkan multimedia masuk ke rumah tangga. Telah terjadi peningkatan penjualan atas produk multimedia hiburan berbasis komputer dan produk game elektronik.  
     
      Multimedia di Tempat Umum
Hotel, stasiun, pusat perbelanjaan, museum dan tempat tujuan wisata akan menjadi sasaran utama dalam lingkup ini. Stand alone terminal dan kios k akan tersedia ditempat-tempat tersebut guna memberikan informasi. Instalasi alat seperti ini akan mengurangi penggunaan informasi tradisional dan personilnya.

      Multimedia Dalam Bisnis
Pengimplementasian multimedia dalam lingkup bisnis mencakup presentasi, pelatihan, marketing, periklanan, demo produk, database catalog dan komunikasi jaringan. Voice Mail dan Video Confrence dalam waktu dekat ini akan tersedia dibanyak LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Pelatihan SDM (Sumber Daya Manusia) dapat menjadi lebih hidup dan imajinatif. Seorang mekanik dapat mempelajari cara kerja mesin tanpa harus dilumuri oli. Pramugari dapat belajar mengatasi para pembajak melalui suatu simulasi multimedia. Para penjual dapat mendemonstrasikan produk perusahaannya tanpa harus membawa produk aslinya, tetapi tetap memberikan gambaran yang sama hebatnya.
Sumber referensi :

·         http://journal.usm.ac.id/jurnal/transit/478/detail/

Selasa, 05 Februari 2013

Tugas Analisa Teknik dan Biaya yang ke-3 (tiga)


Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesin yang lama dengan mesin yang baru. Mesin baru mempunyai umur ekonomis selama 10 tahun dengan harga perolehan 40.000 USD, sementara mesin lama mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun dengan harga pokok 25.000 USD dengan nilai buku 12.500 USD. Perusahan berencana menjual mesin yang lama dengan perkiraan nilai pasar sebesar 15.000 USD. Bila terjadi penggantian maka diharapkan produksi akan meningkat menjadi 125.000 unit dari sebelumnya 100.000 unit. Diketahui harga jual produk 1.50 USD / unit sementara pajak 34 %.
Data yang diperoleh antara lain :
Upah pekerja dari mesin lama adalah 31.000 USD sementara mesin baru 30.000 USD.
Biaya bahan baku mesin lama adalah 38.000 USD sementara mesin baru 36.000 USD.
Biaya overhead menin lama sebesar 37.000 USD sementara mesin baru 36.000 USD
Berdasarkan uraian diatas hitunglah :
a. Arus kas bersihnya !
b. Dengan menggunakan metode IRR apakah penggantian mesin dapat dilanjutkan ? jelaskan jawaban anda
jawaban :.
a. Arus kas bersih
Penyusutan : 40.000 / 10 tahun = 4.000 USD / tahun

ESTIMASI LABA BERSIH
Pendapatan                                                                 40.000 USD
Biaya yang dikeluarkan :
Total biaya                                                                   66.000 USD
Penyusutan                                                                    4.000 USD
Total                                                                            70.000 USD
Laba sebelum pajak (Earning Before Tax)                 15.000 USD
Pajak 34%                                                                      5100 USD
Laba bersih                                                                   9.900 USD

Aliran kas masuk bersih       =        EAT + Penyusutan
Aliran kas masuk bersih       =        9.900 + 4.000 = 13.900 USD
b. Dengan menggunakan metode IRR apakah penggantian mesin dapat dilanjutkan ? jelaskan jawaban anda.
     Jawab:
DF 34%
            P = P + A (P/A,i,n) + F (P/F, i, n)
            P = -40.000+ 25. 000 (P/A, 34%, 5) + 15.000 (P/F, 34%, 5)
            P = -40.000+42.500 + 25.500
            P = 27.500 USD
DF 30%
PV    = 25.000 / (1 +0,3) +  25.000/(1 + 0,3)2 + 25.000/ (1 + 0,3)3+…..+ 25.000/(1 + 0,3)5 + 15.000/(1 + 0,3)5
            PV = 19.231 + 14.793+ 11.379 +8.741+6.738+4.043
            PV = 64.925
            NPV = 64.925 – 40.000 = 24.925 USD
DF 44%
PV = 25.000 / (1 +0,44) +  25.000/(1 + 0,44)2 + 25.000/ (1 + 0,44)3+…..+ 25.000/(1 + 0,44)5 + 15.000/(1 + 0,44)5
            PV = 17.361 + 12.077 + 8.389 + 5.814 + 4.038 +2.423
            PV = 50.102
            NPV = 50.102 – 40.000
            NPV = 10.102
Sehingga dapat diambil kesimpulan, semakin besar DF, gagasan usaha layak.

Sabtu, 01 Desember 2012

Tugas Analisa Teknik dan Biaya ke-2 (dua)

    Suatu perusahaan berniat untuk mengganti mesin yang lama dengan mesin yang baru. Diketahui nilai buku mesin yang lama adalah Rp 100 juta dan masih bisa digunakan 5 tahun lagi tanpa nilai sisa. Sementara mesin baru mempunyai harga  Rp 150 juta dan di taksir mempunyai umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa 0. Metode penyusutan menggunakan metode garis lurus. Setelah dihitung mesin baru ternyata dapat menghemat biaya operasional sebesar Rp 30 juta. Diketahui pula bahwa mesin lama masih dapat dijual seharga Rp 80 juta dengan tarif pajak sebesar 30 % .

Berdasarkan uraian diatas hitunglah taksiran aliran kas dari penggantian mesin tersebut !

JAWAB :

Penaksiran aliran kas yang kita gunakan adalah menggunakan taksiran selisih ( incremetal ).
Kalau perusahaan mengganti mesin lama dengan mesin baru, maka perlu tambahaan inventaris sebesar Rp 150 jt - Rp 100 jt = Rp 50 jt.

Taksiran operasional cash flow pertahun adalah :
Tambahan kentungan karena penghematan
biaya operasional                                                                     = Rp 30    jt
Tambahan penyusutan :          mesin baru        = Rp 30 jt
                                                          mesin lama        = Rp 20 jt            Rp 10    jt                                     
Tambahan laba sebelum pajak                                                = Rp 20    jt
Tambahan pajak                                                                     = Rp   4,5 jt
            Tambahan laba setelah pajak.                                                 = Rp 15,5 jt
Tambahan masuk bersih Rp 15,5 + Rp 10 jt = Rp 25,5 jt.

Dengan demikian maka rencana penggantian mesin tersebut akan mengakibatkan penambahan inventaris ( yang merupakan kas keluar ) Rp 50 jt ,  dan memberikan tambahan kas masuk operasional setian tahun Rp 25,5 jt selama 5 th, karena disini tidak ada nilai sisa, maka disini tidak ada terminal cash flow.